PENULIS
TANGGAL
ABSTRAK
Kajian ini meneliti penerapan prinsip Imamat 19:34 dalam pelayanan pemakaman bagi imigran di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Kuala Parapat, Kudat, Sabah, melalui integrasi nilai Alkitab dengan adat pemakaman masyarakat Rungus. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa imigran sering menghadapi kesulitan dalam memperoleh pelayanan pemakaman yang bermartabat serta selaras dengan keyakinan rohani dan budaya setempat. Oleh sebab itu, gereja dipanggil untuk menjadi agen kasih, keadilan sosial, dan inklusivitas dalam melayani semua orang tanpa diskriminasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan analisis teologis-kontekstual terhadap Imamat 19:34 serta kajian terhadap adat pemakaman Rungus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kasih kepada orang asing dalam Imamat 19:34 memberikan dasar teologis yang kuat bagi gereja untuk mengembangkan pelayanan pemakaman yang inklusif, berkeadilan, dan sensitif budaya. Integrasi antara ajaran Alkitab dan adat lokal dapat diwujudkan melalui dialog antarbudaya, pelatihan pelayan jemaat, kolaborasi dengan pemimpin adat, serta pendidikan jemaat mengenai penghormatan terhadap budaya lokal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pemakaman yang mengintegrasikan nilai Alkitab dan adat Rungus tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual keluarga yang berduka, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antara gereja, masyarakat lokal, dan komunitas imigran. Dengan demikian, GMAHK Kuala Parapat dapat menjadi model gereja yang inklusif dan relevan dalam pelayanan sosial kontekstual.