PENULIS
TANGGAL
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran fundamental pasar modal dan pentingnya kandungan informasi dalam pengumuman laba yang tercermin melalui abnormal return. Namun, penggunaan dummy variabel dalam analisis keuangan sering kali menimbulkan bias estimasi ketika menghadapi distribusi data yang tidak seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan dummy variabel dengan membandingkan hasil analisis univariat dan multivariat terhadap hubungan antara struktur kepemilikan saham dan abnormal return setelah pengumuman laba. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan uji statistik terhadap 840 sampel perusahaan yang dikategorikan ke dalam sepuluh rentang konsentrasi kepemilikan. Analisis dilakukan menggunakan uji-t univariat dan regresi linier berganda (Ordinary Least Squares) untuk model multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis univariat mampu mendeteksi reaksi pasar yang signifikan pada rentang kepemilikan ekstrem, khususnya pada rentang 1 (0–10%) dan rentang 10 (>90–100%). Sebaliknya, model multivariat dengan sepuluh variabel dummy gagal menunjukkan signifikansi di seluruh rentang pengamatan. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa penggunaan dummy variabel yang terlalu granular pada sampel yang terfragmentasi dapat menyebabkan "penguapan" signifikansi akibat berkurangnya kekuatan uji statistik pada setiap kategori yang memiliki jumlah observasi terbatas.