PENULIS
TANGGAL
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Teisme Terbuka mengenai kemahatahuan Allah dari sudut pandang biblika Perjanjian Lama dengan melakukan eksegesis yang mendalam atas teks Kejadian 6:6, 22:12, Keluaran 32:14, dan Yunus 3:10. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan metode eksegesis Perjanjian Lama yang meliputi analisis linguistik, konteks literer-historis, kanonik-teologis, serta evaluasi kritis-teologis, penelitian ini menilai klaim Teisme Terbuka yang menyatakan bahwa Allah tidak mengetahui masa depan secara penuh karena adanya kehendak bebas manusia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keempat teks tersebut tidak mendukung pandangan Teisme Terbuka. Analisis linguistik, analisis literer-historis, analisis kanonik-teologis dan analisis kritis-teologis terhadap istilah םַחָנ (nāḥam) dan עַדָי (yādaʿ) menunjukkan bahwa kedua kata ini menggambarkan respons relasional Allah yang penuh kasih dan emosi, bukan keterbatasan pengetahuan, melainkan bentuk antropomorfisme akomodatif yang selaras dengan ketidakberubahan dan kemahatahuan Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Perjanjian Lama menyajikan gambaran Allah yang mahatahu, tidak berubah dalam hakikat-Nya, tetapi tetap berelasi secara dinamis dengan ciptaan-Nya, sehingga umat Kristen diajak untuk hidup dalam ketergantungan penuh harap kepada Allah yang berdaulat dan penuh kasih.